Hal utama yang harus dipahami adalah kekerasan dalam pacaran tidak selalu terjadi saat hubungan berlangsung. Pola kekerasan ini juga bisa terjadi ketika hubungan akan atau sudah berakhir sekalipun, melalui interaksi mantan yang mengganggu, misalnya.
Jika ini terjadi, pastikan bahwa hubungan tersebut telah benar-benar selesai. Jika mantan masih juga mengganggu, coba hindari dari media sosial.
Jika masih tidak juga tidak berhasil, ajak bertemu, tanyakan alasannya, dan tegaskan bahwa masing-masing sudah memiliki kehidupan yang lain. Hal penting lain yang harus dilakukan ketika menghadapi kekerasan dalam pacaran adalah membangun support system dari orang-orang di sekitar.
Lantas, bagaimana jika diri sendiri atau pasangan adalah seseorang yang posesif atau pencemburu? Mengenali karakter pencemburu dan posesif adalah langkah awal yang harus dilakukan.
Kemudian, saling berdiskusi. Diskusikan batasan satu sama lain, agar hubungan berjalan nyaman ke depannya.
Ingatlah, bahwa cinta seharusnya adalah perasaan bahagia berada di dalam sebuah hubungan dengan orang lain. Jangan salah mengartikan cemburu dengan rasa cinta.
sumber : https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3799205/tips-menghindari-kekerasan-dalam-pacaran