LDR

Hasil gambar untuk LDR

LDR mungkin sudah tidak asing lagi di telinga
kalian. Gimana rasanya LDR? Mungkin ada yang bilang enak ada juga yang bilang tidak enak. Aku lagi
merasakan yang namanya LDR. Hubungan kita memang biasa-biasa saja tapi yang biasa lah yang bakal
menjadi istimewa. Apakah pernah terpikir? Kalau yang biasa bakal jadi istimewa. Mungkin dari salah
satu kalian bakal ngalamin itu. LDR juga menguji kesetiaan kita ke dia. Pernah terpikir tidak oleh kalian?
Kalau kita sama pacar kita sendiri tiap hari ketemu tiap hari jalan tiap hari main. Pasti ngerasa bosen
kan. Ya walaupun yang LDR juga bosen gak ketemu-ketemu. Tapi rasa bosen ituh akan ilang jika kita
ketemu dan rasa bosen itu akan hilang tersendirinya. Banyak orang di luar sana yang menyerah dengan
hubungan jarak jauh, tapi di sini aku tidak akan menyerah aku akan tetap menjalani semua ini. Kita di uji
kesabaran kita gimana kita tidak bertemu dengan pasangan kita dengan waktu yang sangat lama. Tapi
kalau hati kamu memang cuman untuk dia pasti kita bisa kok ngejalanin hubungan jarak jauh.
Jujur LDR itu bener-bener nyiksa buat siapa aja yang ngalamin, mereka harus mampu menahan rindu,
iyah kalau LDR jauhnya bisa ditempuh cuman sejam nah kalau seperti aku gini jakarta-……. mau gimana
coba haha
LDR itu dapat membantu kita melatih kesabaran, karena kita susah banget untuk ketemu, butuh waktu
apalagi kalau bukan 1 provinsi seperti aku.
LDR itu melatih kita dalam kejujuran.
LDR itu pun membuat kita mengerti apa arti dari kesetiaan dengan pasangan kita.
LDR itu melatih kita untuk saling percaya dengan pasangan kita.
LDR itu ngangenin, maksudnya ngangenin itu kita selalu kangen terus sama pacar kita aku aja kangen dia
terus haha.
LDR itu sesuatu banget karena kebanyakan orang susah banget untuk jalanin pacaran, apalagi pacaran
jarak jauh. Makanya buat kalian yang LDR kalian hebat bgt.
LDR itu dapat mengerti apa makna dari pertemuan, walaupun itu pertemuan sebentar ataupun lama.
LDR itu belajar untuk mengerti dan pengertian 1 sama lain.
LDR itu membuat kita tau apa pentingnya komunikasi.

Intinya mah Pacaran Jarak Jauh atau LongDistance Relationship itu harus bangga karena memang kita
tidak selalu bertemu, tapi sekalinya kita bertemu kita dapat meluapkan semua kekangenan kita selama
ini dan mengerti apa makna dari LDR itu sendiri dan pertemuan mau singkat ataupun tidak dan tidak
semua orang itu dapat pacaran LDR hanya sebagian orang yang benar-benar dapat menjalankan Pacaran
Jarak Jauh.
Buat kalian yang lagi ngerasain LDR seperti aku ini aku punya tips buat kalian tips menurut aku yaa haha
-berfikir positif
-saling percaya
-jangan mudah terhasut
-belajar sabar
-sempatkan mengabarinya
-hindari niat untuk selingkuh
-yang paling penting JANGAN MERASA SENDIRI

Gaya pacaran dahulu dan sekarang

  1. Masa PDKT zaman Bapak-Ibu dulu juga paling mentok via surat yang disisipin di buku. Sekarang,
    kenalan di sosmed udah cukup
    Cara kenalannya nih! via hipwee.com
    Jelas kelihatan romantis siapa ibu – bapakmu atau kamu dengan pacarmu!
  2. Era Bapak-Ibu dulu, kalau kangen ya harus sabar nunggu ketemu. Sekarang, video call juga beres~
    Chat terus sampai keseleo jempolnya, itu anak sekarang via hipwee.com
    Dulu segala sesuatunya perlu usaha. Dan dari usaha itu pula keseriusan terlihat dengan sangat jelasnya.
    Sementara sekarang, pantas kalau sering ada kasus hubungannya digantung begitu saja.
  3. Atau bisa juga ngirim surat, tapi tetap harus sabar nunggu balasannya yang bisa berhari-hari lamanya.
    Anak sekarang tinggal chat saja kadang belum puas
    Surat versus chatting via hipwee.com
    Dulu sabar itu pembelajaran paling berarti dalam sebuah hubungan, salah satunya ya nunggu surat yang
    tak kunjung datang. Sementara sekarang lama balas chat saja marahnya sudah nggak karuan.
  4. Kirim salam lewat radio juga jadi tren PDKT zaman dulu. Sekarang, kalau mau dekat ya ajak kencan
    dulu dong~
    Kenapa harus ajak kecan dulu, karena katanya kalau tak kenal langsung maka tak sayang dan tak seru
  5. Dulu momen mesra itu ya cuma ‘kita’ yang tahu. Sekarang kalau nggak diunggah di sosmed, malah
    dibilang kalian lagi berantem
    Anak sekarang lebih suka pamer hubungan via hipwee.com
    Anak sekarang maunya orang tahu kalau kalian punya pacar. Dan, relationship goals kalian dianggap
    atau disanjung oleh mereka.
  6. Zaman dulu ketemu itu ya ngobrol romantis. Sekarang banyak tuh kencan yang kegiatannya pegang
    hape sendiri-sendiri
    Sulit ini sih! via hipwee.com
    Mungkin hal seperti ini juga yang membuat anak sekarang susah membangun chemistry dengan
    pasangan. Orang kencan saja sibuk sendiri-sendiri.
  7. Pacaran era Bapak-Ibu juga minim drama lho. Anak sekarang nggak dikabarin sehari aja udah nuduh
    selingkuh…
    Buat bapak ibumu, drama apa sih itu? via hipwee.com
    Bapak atau ibumu dulu pasti pernah bertengkar juga semasa pacarannya, hanya saja mereka tak
    sedrama anak sekarang, yang nggak ngabarin sekali saja udah menuduh selingkuh.
  8. Kata Bapak-Ibu, dulu kalau berantem ya diem-dieman. Sementara yang dilakukan anak zaman
    sekarang malah curhat di sosmed-nya
    Beda memang pasangan dulu dan sekarang via hipwee.com
    Berantem kok diumbar-umbar. Bapak ibumu saja kalau bertengkar diam-diaman biar kamu dan
    saudaramu tak tahu.
  9. Nah yang paling beda, era Bapak-Ibu dulu paling muda ya pacaran anak SMA. Sekarang anak SD aja
    udah manggil mama-papa…
    Bahkan anak SD sekarang sudah punya panggilan sayang via hipwee.com
    Bukti kalau anak zaman sekarang lebih cepat dewasa. Bapak ibu dulu saja kadang masih malu-malu
    kalau mesra di depan umum. Tapi anak SD sekarang sih udah santai saja panggil teman yang katanya
    pacarnya itu mama atau papa.

Gaya pacaran anak milenial

– Generasi milenial sering disebut sebagai generasi yang sangat terbuka, senang kepraktisan dan berani mengambil risiko. Dalam hal kehidupan asmara, ternyata tak jauh berbeda.

Menurut psikolog Elizabeth Santosa, generasi yang lahir antara tahun 1980-1995 ini juga menyukai kepraktisan dan kurang memiliki makna.

Milenial dianggap kurang memiliki kedekatan dengan orangtuanya sehingga kehilangan panutan dalam membina sebuah hubungan yang baik. Banyak yang saat berpacaran hanya mengumbar kemesraan di media sosial.

“Jadi tidak ada idealisme mengenai hubungan yang baik. Itu mengapa percintaan yang bermakna diambang kelangkaan,” kata psikolog yang akrab disapa Miss Lizie di acara FiestaFunTalk ‘Millennials Romance 101, di Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Dia melihat, pada orang muda saat ini, sebuah hubungan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan pengakuan. Misalnya anggapan bahwa seseorang dianggap dewasa jika sudah memiliki pasangan, yang berani berhubungan seks dianggap jantan atau memiliki pacar yang ganteng atau cantik dianggap prestasi.

Pacaran menurut sudut pandang Agama Islam

Pacaran Dalam Islam – Hukum, Bahaya dan Akibatnya

Hasil gambar untuk orang taaruf

Dewasa ini, bukanlah hal yang baru lagi ketika kita melihat pasangan remaja putera dan puteri dipinggir jalan, di kafe, restoran, jembatan, atau di mana saja. Mereka nampak asyik mengumbar yang katanya disebut sebagai sesuatu yang mesra itu. Menunjukkan betapa bahagianya mereka saling memiliki satu sama lain dibalik sebuah—yang katanya—jalinan hubungan bernama pacaran.

Tidak segan oleh mereka berdua-duaan baik di tempat umum bahkan di tempat yang jauh dari keramaian. Padahal, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim)

Oh, salah jika hanya menyebut para remaja saja yang berbuat demikian, karena orang dewasa pun juga banyak  yang melakukannya. Sedihnya, budaya pacaran itu bahkan sudah menancapkan akarnya pada anak-anak belia yang masih duduk dibangku sekolah dasar berseragam merah dan putih. Sungguh miris sekali.

Sebetulnya, budaya pacaran itu adalah budaya asing yang masuk ke Indonesia akibat daripada globalisasi. Karena filter yang kurang, akhirnya banyak yang ikut terjerumus dalam budaya tersebut. Padahal, harusnya diketahui bahwa pacaran tidak lain adalah perbuatan dosa yang ujungnya akan mendekati kepada zina yang merupakan dosa besar.

Hukum Pacaran dalam Islam

Tidak pernah dibenarkan adanya hubungan pacaran di dalam Islam. Justru sebaliknya, Islam melarang adanya pacaran di antara mereka yang mukan muhrim karena dapat menimbulkan berbagai fitnah dan dosa. Dalam Islam, pacaran adalah haram. Oleh sebab itu, Islam mengatur hubungan antara lelaki dan perempuan dalam dua hal, yakni:

Hubungan Mahram

Yang dimaksud dengan hubungan mahram, seperti antara ayah dan anak perempuannya, kakak laki-laki dengan adik perempuannya atau sebaliknya. Oleh karena yang mahram berarti sah-sah saja untuk berduaan (dalam artian baik) dengan lawan jenis.

Sebab, dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 23 disebutkan bahwa mahram (yang tidak boleh dinikahi) daripada seorang laki-laki adalah ibu, nenek, saudara perempuan (kandung maupun se-ayah), bibi (dari ibu maupun ayah), keponakan (dari saudara kandung maupun sebapak), anak perempuan (anak kandung maupun tiri), ibu susu, saudara sepersusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Dalam hubungan yang mahram, wanita boleh tidak memakai jilbab tapi bukan mempertontonkan auratnya.

Hubungan Non-mahram

Selain daripada mahram, artinya laki-laki dibolehkan untuk menikahi perempuan tersebut. Namun, terdapat larangan baginya jika berdua-duaan, melihat langsung, atau bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Untuk perempuan, harus menggunakan jilbab dan menutup seluruh auratnya jika berada di sekitar laki-laki yang bukan mahramnya tersebut.

Bahaya Pacaran dalam Agama Islam

Islam melarang pacaran bukan tanpa sebab. Pacaran itu, selain daripada mendekati zina yang merupakan dosa besar, juga bisa menimbulkan berbagai macam bahaya yang kesemuanya tidak hanya akan merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.

[accordion]

[toggle title=”1. Mendekati zina”]

Ini merupakan bahaya pasti yang disebabkan oleh pacaran. Laki-laki diharuskan menjaga pandangannya dari perempuan, dan perempuan pun harus sadar diri akan keberadaannya dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Hadist dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, mengatakan:

“Rasulullah SAW berkata kepada Ali: Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (H. R. Abu Dawud).

Bahkan, jika ada yang mengaku pacaran dalam jarang jauh atau yang lebih dikenal dengan LDR (long distance relationship) sama saja perkaranya. Zina bukan berarti bertemu lantas melakukan hubungan intim tanpa ada ikatan pernikahan. Bahkan ketika si laki-laki mengirimkan pesan pendek kepada si perempuan, itu juga mendekati zina.

Dampak Negatif Pacaran

Ada beberapa dampak negatif berpacaran yaitu

 Prestasi akan menurun

Hasil gambar untuk nilai ulangan jelek


Mungkin ini akan terjadi sama kaum muda yang lupa akan tugas utamanya belajar karena pacaran. Ini terjadi jika dia lebih memayoritaskan pacaran daripada belajar. Yang dulunya juara kelas bisa jadi murid biasa aja di kelas dan bahkan ada yang bisa jadi mahasiswa abadi akibat pacaran. 

2. Pergaulan menyempit
Kalau tadi dampak positif nya pergaulan meluas itu jika kedua pihak terbuka pada orang baru namun akan berakibat pergaulan menyempit jika hal sebaliknya terjadi. Karena mereka sudah pacaran jadi ngga perpu peduli terhadap orang lain. Toh ada pacar yang akan selalu ada buat dia.

3. Sex bebas

Hasil gambar untuk sex bebas


Pacaran adalah salah satu cara seseorang akan melakukan sex bebas. Beawal dari mulai terlalu dekat hingga akhirnya terbuka akan hal yang negatif. 

4. Penuh masalah hingga stres

Hasil gambar untuk stres pacaran


Pacaran ngga akan selalu penuh dengan kesenangan seperti di sinetron. Akan ada saatnya pacaran akan melalui masalah misalnya hal simpelnya cemburu yang berlebihan. Ya kalau bisa di lewati dengan kepala dingin ini akan baik hanya saja jika sebaliknya seseorang bisa menjadi stres karena terlalu memikirkan hal tersebut. 

5. Kebebasan pribadi berkurang
Ini akan terjadi jika pacar anda adalah orang yang suka mengekang secara berlebihan. 

Melatih kemunafikan
Mungkin dalam pacaran yang nama nya bohong terhadap pacar adalah hal yang biasa. Seperti misalnya saat jalan bersama teman wanita (bagi kaum pria) kamu berkata kepada pacar bahwa ka mu pergi antar ibu belanja agar sang pacar tidak marah. 

7. Hidup boros
Ini biasanya terjadi kepada kaum pria yang sering kemana mana bayarin sang cewe atau sebaliknya. 

8. Terjadinya pertengkaran akibat pacar atau gebetan
Hal ini sering terjadi pada kaum muda. Bahkan sekarang di sosial media sering kita lihat pertengkaran yang diakibatkan berebut gebetan ( padahal mungkin si doi ngga suka sama salah satu dari mereka). Atau sering juga terjadi persahabatan yang rusak akibat sahabat yang berhianat selingkuh dengan pacar temn sendiri. 

Dampak Positif Pacaran

Ada beberapa dampak positif ketika berpacaran, yaitu

Prestasi akan meningkat
Ini salah satu dampak positif pacaran yang sering di sebut sebut kaum muda. Kenapa pacaran dapat meningkatkan prestasi?. hal tersebut bisa terjadi karena para kaum muda akan termotivasi oleh pasangannya untuk selalu menjadi lebih baik (katanya sih gengsi kalau pacar nya pinter ya dia harus menyeimbangkan). Dan juga pacaran sering disebut dapat meningkatkan prestasi karena saat pacaran kaum muda bisa belajar bersama dan saling mengajari satu sama lain.

Punya tempat curhat yang bisa di percaya

Hasil gambar untuk ngobrol sama pacar


Bagi yang pacaran pasti dong sering cerita masalah masalah yang terjadi pada diri sendiri atau pun orang lain yang ada di sekitar kita sama pacar. Mulai dari hal yang menyenangkan ataupun menyedihkan bahkan sampai hal hal yang memalukan bisa di ceritain sama pacar. 

3. Pergaulan bisa lebih luas
Otomatis teman teman dari pacar akan jadi teman kita juga. Karena sering bareng pacar kita juga sering jumpa dan berkenalan sama teman ataupun keluarganya si dia. Ya ngga bisa di pungkiri kita juga bakalan punya kenalan yang lebih banyak dari sebelumnya.

4. Dapat mengisi waktu kosong dengan hal yang lebih variatif
Ini khususnya di malam minggu. Para jomblo mungkin sering merasa sendiri saat malam minggu karena teman temannya bakalan pergi ke luar mau itu nonton jalan jalan makan ataupun melakukan hal lain bersama pacar. So buat yang sering ngenes di malam minggu karena sendirian cari pacar gih.. 

5. Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung.

Hasil gambar untuk dirangkul pacar


Hubungan emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman,dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup.

6. Lebih jaga sikap dalam melakukan sesuatu
Orang pacaran akan berusaha meminimumkan untuk melakukan kesalahan karena akan ada yang menegur saat ia melakukan kesalahan, yaitu si doi.

7. Saat kita jatuh akan ada yang memotivasi
Ini salah satu dampak pacaran yang sering di rasakan kaum muda. Mungkin kalau dari keluarga kita juga dapat motivasi saat kita jatuh, namun motivasi akan terasa lebih nyata saat itu datang dari sosok pacar. 

pacaran yamg sehat itu bagaimana sih?

. Tidak ada yang lebih mendominasi atau mengendalikan

Maksudnya, pacaran yang sehat harus menempatkan kedua kekasih sebagai sosok yang sejajar atau seimbang. Kalau ada sosok yang lebih dominan, biasanya sosok itulah yang akan banyak mengatur, mengendalikan, dan mendominasi pasangannya. Misalnya mengatur pakaian pasangan atau membatasi pergaulan dan kegiatan pasangan.

Sepasang kekasih dengan hubungan yang sehat akan memiliki pendapatnya masing-masing dan keduanya saling menghormati satu sama lain. Tidak ada yang lebih mengatur-atur atau mengendalikan hidup pasangannya. 

2. Tidak menuntut pasangan untuk membahagiakannya

Salah satu tanda hubungan yang sehat adalah saat sepasang kekasih sama-sama memiliki anggapan bahwa kebahagiaan datangnya dari diri sendiri. Bukan menganggap pasangannya sebagai sumber kebahagiaan dan pasanganlah yang bertanggung jawab untuk membuat dirinya bahagia.

Kesadaran bahwa kebahagiaan datang dari diri sendiri bisa membuat keduanya tidak saling berharap terlalu tinggi. Justru, keduanya akan sama-sama memiliki inisiatif yang tinggi untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri agar bisa lebih bahagia, bukannya justru sibuk “memperbaiki” pasangannya. 

3. Saling menghargai batasan masing-masing

Pacaran yang sehat adalah pacaran yang bebas dari paksaan. Karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk menentukan batasan-batasan yang diinginkan. Misalnya batasan fisik seperti tidak mau dicium.

Dalam pacaran yang sehat, bila satu pihak sudah menyatakan bahwa dirinya tidak mau dicium, pasangannya wajib menghormati batasan tersebut dan tidak memaksa dengan cara apa pun, termasuk dengan cara manipulasi seperti berjanji untuk menikahinya. 

Pasangan Anda juga mungkin menetapkan batasan yaitu tidak boleh saling membuka isi chat dalam ponsel pasangannya. Bila salah satu pihak terus saja melanggar batasan ini, berarti pacaran sudah tidak sehat lagi.

4. Mampu mengelola konflik dengan baik

Dalam hubungan yang sehat, konflik bukan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Konflik justru diterima sebagai bagian alami dari kehidupan. Jika Anda dengan pasangan Anda bisa selalu menangani konflik dengan kepala dingin hingga masalah diselesaikan, inilah salah satu tanda bahwa hubungan Anda berdua merupakan hubungan yang sehat.

Namun, bila setiap kali muncul konflik Anda dan pasangan saling mengancam putus atau menggunakan kekerasan (baik itu verbal maupun fisik), inilah tanda hubungan Anda justru bersifat toxic atau beracun. 

5. Mengutamakan komunikasi dan mau mendengarkan

Selalu terbuka dalam berkomunikasi dan mau mendengarkan pasangan merupakan ciri yang dimiliki orang dengan hubungan pacaran yang sehat. Sepasang kekasih yang menjalin hubungan sehat akan sadar bahwa apa yang ada di pikiran mereka masing-masing hanya diri mereka sendirilah yang tahu. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan menjadi hal yang penting bagi pasangan tersebut. 

Pacaran akan jadi bermasalah bila masing-masing pihak merasa bahwa ia tidak perlu menyampaikan keinginannya karena harusnya pasangannya sudah tahu apa saja yang ia inginkan, tanpa diberi tahu.

Posesif dalam pacaran

Hasil gambar untuk posesif dalam pacaran

Sebagai pasangan tentu akan timbul rasa memiliki dan cemburu. Namun, jika kadarnya sudah berlebihan alias posesif, berhati-hatilah karena jika dibiarkan akan membuat hidup kita selalu dikontrol. Hal ini bukan hanya tidak nyaman tapi juga membuat hubungan tak bertahan lama. Sayangnya, tak gampang membedakan apakah pasangan memang hanya sekadar perhatian atau mulai bersikap posesif. Selain itu, kadang kita juga ingin mencoba bertahan dan berharap sikap posesif si dia akan berkurang. Anda dapat mengenali tanda-tanda pasangan yang mulai posesif. 1. Tidak menghormati Sikap tidak menghargai atau menghormati adalah tanda dari hubungan yang posesif. Misalnya saja pasangan memberi komentar negatif pada mantan pacar kita. Bentuknya bisa memberi julukan, bersikap kasar, atau sarkas. Pada beberapa kasus, tujuan orang yang posesif adalah membuat kita merasa tidak berdaya atau tidak mampu mencari hubungan lain sehingga kepercayaan diri kita rendah. Pasangan yang posesif juga sering tidak menghargai karier atau pilihan studi Anda. 2. Cemburu berlebihan Orang yang posesif sering mengekspresikan kecemburuan. Ia bisa marah-marah hanya karena Anda bersosialisasi dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Lama-kelamaan Anda akan dituduh selingkuh, bahkan apapun yang Anda lakukan akan di curigai olehnya, termasuk saat membalas pesan di ponsel. Dalam kasus yang ekstrem, pasangan yang posesif akan memutus hubungan Anda dengan teman atau keluarga. 3. Selalu mengancam Mereka yang posesif cenderung akan mengancam jika keinginannya tidak dipenuhi. Misalnya saja, ancaman untuk meninggalkan.  Dalam beberapa kasus, orang yang posesif juga akan mengancam keamanan dirinya sendiri, misalnya mengancam ingin bunuh diri atau lainnya jika Anda menghabiskan waktu melakukan hobi bersama teman. Tujuannya karena ia ingin Anda hanya selalu bersamanya.

Pacaran itu apa sih?

Memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih merupakan hal yang diinginkan banyak orang, terutama mereka yang memasuki usia remaja. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena biasanya pada usia remaja, mulai timbul rasa penasaran untuk mencoba menjalin hubungan spesial dengan lawan jenisnya.

Berpacaran merupakan proses pengenalan seseorang sebagai sepasang kekasih untuk mengetahui seseorang lebih dalam, agar kelak dapat memutuskan dengan matang hubungan tersebut apakah dapat dibawa ke jenjang yang lebih serius untuk selamanya atau tidak. Suatu kesenangan tersendiri saat kita berhasil memilih pasangan yang tepat saat berpacaran, karena akan membawa banyak kebahagiaan saat menjalaninya.

Namun, sebahagia apapun pasangan, di dalam hubungan yang dijalani pasti tidak akan pernah terlepas dari yang namanya masalah. Setiap pasangan akan menghadapi masalah yang sebenarnya bertujuan untuk mengukuhkan hubungan mereka bila mampu melewatinya.

Salah satu kunci kebahagiaan dalam berpasangan adalah kedewasaan. Pasangan yang telah cukup dewasa dapat mengatasi masalah yang ada dengan baik, sehingga meminimalisir tindakan-tindakan yang hanya didasari oleh emosi sesaat yang dapat berakibat fatal.

Biasanya, semakin lanjut usia seseorang maka orang tersebut cenderung lebih berpikir dan bertindak secara dewasa. Namun di usia remaja biasanya orang cenderung masih labil, tidak dapat berpikir bijak karena minimnya pengalaman maupun pengetahuan, serta sulit dalam mengendalikan dirinya yang seringkali melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik serta berakibat buruk.

Tips Menghindari Kekerasan Dalam Pacaran


Hal utama yang harus dipahami adalah kekerasan dalam pacaran tidak selalu terjadi saat hubungan berlangsung. Pola kekerasan ini juga bisa terjadi ketika hubungan akan atau sudah berakhir sekalipun, melalui interaksi mantan yang mengganggu, misalnya.

Jika ini terjadi, pastikan bahwa hubungan tersebut telah benar-benar selesai. Jika mantan masih juga mengganggu, coba hindari dari media sosial.

Jika masih tidak juga tidak berhasil, ajak bertemu, tanyakan alasannya, dan tegaskan bahwa masing-masing sudah memiliki kehidupan yang lain. Hal penting lain yang harus dilakukan ketika menghadapi kekerasan dalam pacaran adalah membangun support system dari orang-orang di sekitar.

Lantas, bagaimana jika diri sendiri atau pasangan adalah seseorang yang posesif atau pencemburu? Mengenali karakter pencemburu dan posesif adalah langkah awal yang harus dilakukan.

Kemudian, saling berdiskusi. Diskusikan batasan satu sama lain, agar hubungan berjalan nyaman ke depannya.

Ingatlah, bahwa cinta seharusnya adalah perasaan bahagia berada di dalam sebuah hubungan dengan orang lain. Jangan salah mengartikan cemburu dengan rasa cinta.

sumber : https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3799205/tips-menghindari-kekerasan-dalam-pacaran